ENERGY OF GOODNESS
Bismillaah,
Setiap kebaikan yang kita lakukan, dampak energi kebaikannya akan terus mengalir dan bermetamorfosis. Terus bergerak menjadi berbagai bentuk kebaikan yang lain.
Sebelum kembali menghampiri kita, energi kebaikan itu akan terus berputar dengan menyinggahi dan menyapa banyak orang, menciptakan rangkaian rantai kebaikan yang tidak pernah terputus.
Seperti dikisahkan, suatu hari ada seorang pengemis datang mengetuk pintu rumah Rasulullah SAW. “Wahai Rasulullah, jika engkau berkenan aku ingin meminta sedekah darimu.” Lewat tangan Aisyah, seorang pengemis itu diberikan sebuah jubah Rasulullah.
Dengan hati penuh rasa syukur, pengemis itu menerima pemberian Rasulullah SAW. Ia segera bergegas menuju pasar dan berseru di keramaian manusia, “Wahai manusia, siapakah di antara kalian yang mau membeli jubah Rasulullah?”
Karena menyebut nama Rasulullah, semua orang ingin membeli jubbah tersebut. Salah satunya, seorang kaya raya tapi buta, menyuruh budaknya untuk membelinya dengan harga tertinggi. Si kaya yang buta itu berjanji, “Jika kamu berhasil mendapatkannya, maka kamu akan kumerdekakan status budakmu.”
Dengan memegang jubah Rasulullah itu, orang buta tersebut kemudian berdo’a, ”Ya Allah, kembalikanlah pandanganku ini dengan kemuliaan jubahmu Ya Rasulullah.” Sambil mengusap-usap jubah Rasulullah ke matanya yang buta itu. Subhanallah, dengan izin Allah si buta itu disembuhkan Allah dan dapat melihat kembali.
Esok harinya, ia pergi menghadap Rasulullah SAW. dengan rasa bahagia. “Wahai Rasulullah, pandanganku sudah kembali normal dan aku kembalikan baju Anda sebagai hadiah dariku.” Kemudian Rasulullah berkata kepada Aisyah, “Perhatikanlah jubah itu wahai Aisyah, dengan izin dan berkah dari Allah, ia telah mencukupi orang yang miskin, menyembuhkan yang buta, memerdekakan seorang budak dan kembali lagi kepada kita.”
Sedekah jubah yang dilakukan Rasulullah adalah energi kebaikan yang disalurkan kepada peminta-minta. Energinya mengalir dalam bentuk kebaikan lain, mulai memberi kesembuhan dari penyakit buta kepada si kaya, memerdekakan si budak dan kembali lagi kepada Rasulullah SAW. Begitulah, energi kebaikan itu sesungguhnya tidak pernah hilang, terus bermetamorfosis ke dalam bentuk-bentuk energi kebaikan lainnya.
Energi kebaikan yang ada pada kita hari ini sesungguhnya itulah rahmat Allah. ”Dan tidaklah Aku mengutusmu, wahai Muhammad, kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta.”
(QS. 21:107).
Setiap kita wajib mengalirkan energi kebaikan kepada semesta alam, sebagai penebar kebaikan dari Rasulullah SAW. Berikut ini tujuh energi kebaikan yang harus dimiliki seorang Muslim.
Pertama, Energi Syukur, semakin banyak bersyukur semakin deras kebaikan yang datang tanpa dikejar-kejar. Kedua, Energi Ikhlas, saat ikhlas hatimu memancarkan frekuensi tenang. Semua yang baik akan tertarik mendekat. Ketiga, Energi Sabar, sebuah magnit kebaikan yang paling kuat. Allah sangat dekat dengan orang-orang yang sabar.
Keempat, Energi Do’a, do’a yang tulus seperti sinyal yang mengundang rahmat. Tidak selalu cepat terlihat, tapi pasti datang pada waktu yang terbaik. Kelima, Energi Peduli Membantu, peduli membantu untuk orang lain, akan mengundang pertolongan semesta untukmu.
Keenam, Energi Rendah Hati (Tawadhu’), semakin merendah, semakin Allah tinggikan posisimu, dan semakin disayang makhluk lainnya. Ketujuh, Energi Percaya Diri (Tawakkal), semakin pasrah total dan yakin kepada-Nya, kebaikan akan berdatangan tanpa henti.
Dan Allah sudah memberi banyak kemudahan kepada hamba-Nya, untuk mengalirkan energi kebaikan, seperti firman-Nya. “Dia (Allah) lah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rejeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu dibangkitkan.” (QS. 67:15).
Semua yang tersebut di atas adalah energi kebaikan (Energy of goodness), yang terus mengalir dan bermetamorfosis, dan dampaknya menjadi rangkaian rantai kebaikan yang tidak pernah terputus.
Simpulan,
Setiap Muslim, jangan pernah lelah untuk mengalirkan energi kebaikan kepada siapapun dan apapun. Karena setiap energi kebaikan itu akan kembali kepada dirinya dalam bentuk kebaikan yang lain.
Wallahu A’lam …
-----------------------------------------------------------------
Oleh : Nur Alam, Jum’at Penuh Berkah, 8 Jumadil Akhir 1447 H./28 Nopember 2025 M. Pukul 05.00 WIB.
