INVOLVE ALLAH IN ALL MATTERS
INVOLVE ALLAH IN ALL MATTERS
Oleh : Nur Alam
Tidak sulit bagi Allah merubah hal-hal yang mustahil menjadi mungkin dan sebaliknya. Maka, libatkan Allah dalam segala urusan (Involve Allah in all matters).
Cuma kesombongan manusia, mereka mengira kehebatan yang dimilikinya itu adalah karena hasil otak, harta, ilmu, waktu, energi, pengetahuan dan pengalaman dirinya sendiri. Mereka lupa, bahwa ada Zat Yang Maha Memberi Daya dan Kekuatan pada yang mereka miliki.
Tidak ada yang dapat mengalahkan kehebatan dan kedigdayaan Allah. Allah lah Zat Yang Maha Besar. Dia tidak pernah membutuhkan apapun dari manusia, mau beriman atau kafir. Sebaliknya, kitalah yang sangat membutuhkan Allah untuk terlibat dan hadir dalam hidup kita (QS. 35:15).
Karena kesombongannya, hanya manusia Fir'aun La'natullahi, yang menyatakan dirinya paling hebat, kuat, cerdas, kaya dan berkuasa. “Dan (ingatlah) ketika Kami belah lautan untuk kalian, lalu Kami selamatkan kalian dan Kami tenggelamkan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya, sedangkan kalian sendiri menyaksikan” (QS. 2:48-49).
Maka, siapapun kita, yang merasa paling hebat, dan lebih tepatnya saat ini merasa paling berkuasa, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang sombong seperti Fir’aun dan circle- nya, yang tidak pernah mengakui ada keterlibatan Allah dalam semua urusan hidup mereka.
Di sisi lain, begitu dahsyatnya kalimat, "Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung," sampai Rasulullah memerintahkan untuk berzikir dengannya dalam setiap kesempatan. Kalimat tersebut menurut Imam Nawawi, sangat membantu seseorang dalam memecahkan segala persoalan hidupnya.
Rasulullah pernah bertanya, "Maukah engkau aku tunjukkan salah satu bacaan yang menjadi simpanan kekayaan di dalam surga?" Maka para sahabat menjawab, "Tentu wahai Rasulullah." Beliau menyuruh sahabat, bacalah, "Laa haula wa laa quwwata illaa billaah"
(HR. Muslim).
Sekali lagi, sangat tidak sulit bagi Allah untuk mengangkat orang-orang yang tidak sombong ke derajat yang sangat mulia di sisi-Nya. Sebaliknya, Allah merendahkan derajat orang-orang yang sombong, dengan cara menenggelamkan mereka dalam berbagai situasi dan kondisinya.
Mengapa kita sangat butuh melibatkan Allah?. Karena kita makhluk yang lemah atau dha’if (QS. 4:28). Makhluk yang zhalim lagi bodoh (QS. 33:72). Makhluk yang sering mengeluh dan berkeluh kesah (QS. 70:19-20). Makhluk yang tidak punya apa-apa (QS. 35:15). Makhluk yang sangat cinta dunia (QS. 75:20). Makhluk yang tergesa-gesa (QS. 21:37). Dan makhluk yang ingkar lagi tidak bersyukur (QS. 100:6).
Kita sangat butuh Allah, terlebih hari ini kita sedang hidup di era yang dikenal dengan : kesenangan sesaat (volatility), ketidakpastian (uncertainty), kerumitan (complexity) dan ketidakjelasan (ambiguous).
Berikut ini langkah-langkah untuk melibatkan Allah dalam semua urusan kita.
Pertam Awali dengan Basmalah
Awali dengan membaca Basmalah, agar semua akitivitas dapat berjalan dalam bimbingan Allah. Jika tidak, amalan tersebut akan terputus berkahnya dan syetan ikut berpartisipasi di dalamnya.
Kedua, Ihsan
Harus selalu mencoba dan berusaha mengenal Allah lebih baik lagi, yaitu dengan terus meningkatkan kualitas iman, ilmu dan amal ibadah kita.
Ketiga Jauhi Murka Allah
Rencanakan semua tahapan aktivitas yang akan dilaksanakan secara baik sesuai dengan ilmu dan pengetahuan kita yang tidak menyelisihi syariat Allah dan Rasul-Nya.
Keempat, Keep On Line
Selalu menjaga hubungan akrab dengan Allah, melalui shalat, do’a, istighfar, zikir, shalawat, infaq, shilaturahmi dan amalan lainnya, agar keberkahan-Nya merasuki relung-relung aktivitas dan lingkungan kerja kita.
Kelima Akhiri dengan Hamdalah
Ketika hasilnya baik dan sesuai harapan, bersyukurlah, jika tidak atau belum, maka bersabarlah. Kemudian akhiri dengan kalimat, “Segala puji bagi Allah atas segala keadaan.”
Simpulan
Libatkan Allah untuk semua beban hidup kita, dan mintalah hanya kepada Zat Yang Maha Kaya, Maha Kuat dan Maha Sempurna.
Jangan pernah sombong, karena jarak antara beban hidup kita dengan solusinya, hanya sedekat antara kening kita dan sajadah tempat kita bersujud.
Fastabiqul Khairat …..
-----------------------------------------------------------------
Kranggan Permai, Jum’at Penuh Berkah, 17 Jumadil Ula 1445 H./1 Desember 2023 M. Pukul 04.45 WIB
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
TAKE IT OR LEAVE IT
Bismillaah, Di manapun kita berada, sampai di sebuah masyarakat yang sangat primitif sekalipun, pasti ada aturan yang harus ditaati, baik berupa perintah atau larangan. Sebuah analogi
INJURY TIME
Bismillaah, Setiap wasit meniup pluit panjang, ini menjadi tanda berakhirnya sebuah pertandingan. Tanda ini yang harus ditaati oleh setiap pemain, di mana dan kapanpun. Maknanya, sebe
SUSTAINABLE SELF TRASFORMATION
Bismillaah, Beberapa hari lagi pergantian tahun baru Masehi akan terjadi. Momen itu bukan sekadar pergantian dari waktu ke waktu, tapi harus menjadi motivasi untuk perubahan diri. Man
EDUCATE YOUR CHILDREN
Bismillaah, Dalam sepekan ini ada pemandangan menarik, para orang tua murid sedang menghadiri undangan sekolah untuk melihat kemajuan belajar putera puterinya di sekolah. Sesuai undan
INTEGRITY AND CAPACITY
Bismillaah, Setelah 27 tahun reformasi, negeri ini sudah tidak butuh lagi personal branding (pencitraan diri), yang banyak menghiasi jagat maya atau media sosial saat ini. Merujuk pad
ENERGY OF GOODNESS
Bismillaah, Setiap kebaikan yang kita lakukan, dampak energi kebaikannya akan terus mengalir dan bermetamorfosis. Terus bergerak menjadi berbagai bentuk kebaikan yang lain. Sebelum ke
GOD’S SCENARIO
Bismillaah, Di ruang publik kita, sedang masif cerita tentang alam yang meluluh-lantahkan jutaan rumah, pepohonan, jembatan, dan menimbun ribuan rakyat kecil tak berdosa. Dalam kondis
DEDIKASI DALAM SUNYI
Hari ini, Selasa, 25 November 2025, diperingati sebagai Hari Guru Nasional yang ke-80, sebuah perjalanan dedikasi para guru yang sangat panjang di negeri ini. Suasana khidmat hari ini
Bekal Profesi Kehidupan Anak
Bismillah, Implementasi dari Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), membekali murid-murid untuk memiliki kesadaran penuh (mindful), kebermaknaan (meaningful), dan suasana menyenangkan
MINDSET OF STOICISM
Bismillaah, Di era digital ini, teknologi informasi telah mengubah hampir semua aspek kehidupan manusia. Mulai dari cara berinteraksi, belajar, bekerja, sampai beribadah. Fenomena ter
