TRACK RECORD
Bismillaah,
Setiap orang sedang memainkan peran dalam kehidupannya masing-masing. Ada peran yang biasa-biasa saja, bahkan ada pula yang sangat luar biasa.
Semua peran yang ditorehkan seseorang, boleh jadi ada yang memberikan teladan baik, kurang baik, atau tidak baik untuk orang lain, baik di dunia nyata atau maya, itulah yang kemudian disebut dengan rekam jejak (Track record).
Rekam jejak dapat diukur dari kompetensi, kapabilitas, kinerja atau prestasi yang dimiliki seseorang dalam hidupnya. Lewat dunia maya, tidak terlalu sulit untuk menelusuri catatan rekam jejak seseorang, dan itu tidak bisa direkayasa. Karena "Allah ciptakan langit dan bumi dengan haq dan untuk memberi balasan setiap jiwa atas apa yang mereka kerjakan, sedang mereka tidak di-zhalimi" (QS. 45:22).
Inilah salah satu alasan Allah hadirkan kita ke dunia ini, agar kita mampu menuliskan rekam jejak kita. Rekam jejak bukan yang dibicarakan atau diceritakan, tetapi yang ditulis, dilakukan, dan menginspirasi banyak orang. “Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Lauhul Mahfuzh.” (QS. 36:12).
Dalam Islam, konsep ‘rekam jejak’ ini memiliki makna spiritual yang mendalam, di mana semua perbuatan manusia dicatat, diperlihatkan, dan dipertanggungjawabkan pada hari kiamat. ”Betapa celaka kami! Kitab apakah ini yang tidak meninggalkan (mencatat) yang kecil dan yang besar, melainkan semuanya tercatat.”
(QS. 18:49).
Boleh jadi manusia bisa memanipulasi riwayat hidupnya untuk bisa menghilangkan rekam jejak negatifnya, agar bisa lepas dari jerat hukum di dunia, tetapi rekam jejak akhiratnya tidak pernah terhapus. “Ketika dua Malaikat mencatat amal perbuatannya, Malaikat yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.” (QS. 50:17).
Sekali lagi, di dunia ini, rekam jejak seseorang dapat dibuktikan dari kinerja, kompetensi, kapabilitas, atau prestasi dalam karir hidupnya. Bisa juga ditandai dari curriculum vitae, sertifikat, piagam penghargaan, apresiasi, rapor penilaian, atau ijazahnya. Meski, kadang masih ada segelintir ‘orang bodoh’ hari ini yang memalsukannya.
Dalam Islam, hal tersebut dapat ditunjukkan dengan cara beribadah kepada Allah saja. Bisa berupa taqwa, taat, wara’, sabar, qana’ah, ikhlas, syaja’ah, taqarrub, ta’awun, khidmah, atau pengabdian yang kaffah (totalitas). Bisa juga ditandai dengan memberikan sedekah, infaq, jariyah, wakaf, mendirikan rumah ibadah, pendidikan, kesehatan, sosial, atau sarana kebaikan lainnya.
Ada sebuah kisah seorang raja yang sedang mengejar musuhnya. Raja itu bernama Firaun, dan musuhnya adalah Nabi Musa As. Pengejaran sampai ke tepi laut, Allah izinkan Musa dan kaumnya melewati lautan yang terbelah. Firaun dan pasukannya mengejar dan masih di tengah lautan. Seketika Allah tutup jalan lautan itu, maka tenggelamlah Firaun dan pasukannya dalam lautan itu.
Mengapa Fir’aun ditenggelamkan Allah? Inilah track record Fir’aun yang dikisahkan dalam Al-Qur’an, “Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. 10:91).
Track record Fir’aun ini juga dijelaskan dalam wasiat Rasulullah SAW. kepada Ibnu Abbas RA., ”Ingatlah Allah ketika engkau dalam keadaan lapang, Allah akan mengingatmu ketika engkau dalam keadaan sempit.” (HR. Tirmidzi).
Di sisi lain, saat ini di negeri ini, kita sedang dipimpin oleh orang-orang yang rekam jejaknya tidak punya kualifikasi mumpuni. “Mereka dipilih bukan berdasarkan meritokrasi, punya kinerja, kompetensi, kapabilitas, atau prestasi baik. Mereka dipilih karena punya garis koneksi saja,” kata Anies Baswedan.
Apa akibatnya hari ini? Rakyat hidup makin disengsarakan. Bayangkan seperti harga pertalite dibandrol 10 ribu, padahal harganya cuma 5.600 rupiah. Gas 3 kg. dijual 22 ribu-an, padahal cuma 15 ribu-an. MBG bermasalah, ada murid-murid keracunan. Kereta cepat Whoosh bermasalah, minta talangan dana APBN, padahal itu diperoleh dari keringat rakyat. Belum lagi rakyat dibebani berbagai pajak barang dan jasa yang membabi buta.
Dalam kondisi rakyat galau dan cemas untuk bisa hidup di negeri ini, Allah tidak lalai dan tidur. Dia (Allah) pilih dan hadirkan seorang hamba-Nya yang cerdas, berani melawan tradisi, tegas, kompeten, dan jujur. Dialah seorang menteri profesional, bukan politisi, dengan rekam jejak yang baik. Semoga menginspirasi pejabat lain dan kita semua.
Akhirnya, Allah mengingatkan kita, “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apapun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apapun, niscaya dia akan melihat balasannya pula.”
(QS. 99:7-8).
Kesimpulan
Sebuah rekam jejak telah memberi pesan mendalam, bahwa selama di dunia ini kita masih bisa memilih, tapi di akhirat nanti kita hanya bisa dipilih. Maka, berhati-hatilah.
Wallahul musta’an …
Oleh : Nur Alam, Jum’at Penuh Berkah, 25 Rabi’ul Akhir 1447 H./17 Oktober 2025 M. Pukul 05.05 WIB
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
TAKE IT OR LEAVE IT
Bismillaah, Di manapun kita berada, sampai di sebuah masyarakat yang sangat primitif sekalipun, pasti ada aturan yang harus ditaati, baik berupa perintah atau larangan. Sebuah analogi
INJURY TIME
Bismillaah, Setiap wasit meniup pluit panjang, ini menjadi tanda berakhirnya sebuah pertandingan. Tanda ini yang harus ditaati oleh setiap pemain, di mana dan kapanpun. Maknanya, sebe
SUSTAINABLE SELF TRASFORMATION
Bismillaah, Beberapa hari lagi pergantian tahun baru Masehi akan terjadi. Momen itu bukan sekadar pergantian dari waktu ke waktu, tapi harus menjadi motivasi untuk perubahan diri. Man
EDUCATE YOUR CHILDREN
Bismillaah, Dalam sepekan ini ada pemandangan menarik, para orang tua murid sedang menghadiri undangan sekolah untuk melihat kemajuan belajar putera puterinya di sekolah. Sesuai undan
INTEGRITY AND CAPACITY
Bismillaah, Setelah 27 tahun reformasi, negeri ini sudah tidak butuh lagi personal branding (pencitraan diri), yang banyak menghiasi jagat maya atau media sosial saat ini. Merujuk pad
ENERGY OF GOODNESS
Bismillaah, Setiap kebaikan yang kita lakukan, dampak energi kebaikannya akan terus mengalir dan bermetamorfosis. Terus bergerak menjadi berbagai bentuk kebaikan yang lain. Sebelum ke
GOD’S SCENARIO
Bismillaah, Di ruang publik kita, sedang masif cerita tentang alam yang meluluh-lantahkan jutaan rumah, pepohonan, jembatan, dan menimbun ribuan rakyat kecil tak berdosa. Dalam kondis
DEDIKASI DALAM SUNYI
Hari ini, Selasa, 25 November 2025, diperingati sebagai Hari Guru Nasional yang ke-80, sebuah perjalanan dedikasi para guru yang sangat panjang di negeri ini. Suasana khidmat hari ini
Bekal Profesi Kehidupan Anak
Bismillah, Implementasi dari Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), membekali murid-murid untuk memiliki kesadaran penuh (mindful), kebermaknaan (meaningful), dan suasana menyenangkan
MINDSET OF STOICISM
Bismillaah, Di era digital ini, teknologi informasi telah mengubah hampir semua aspek kehidupan manusia. Mulai dari cara berinteraksi, belajar, bekerja, sampai beribadah. Fenomena ter
